
Klik gambar atau link diatas untuk mengetahui video pembahasan dari soal yang telah diberikan…Jiayouu!!!!!
"Salam Pemuda Berkualitas!"

Klik gambar atau link diatas untuk mengetahui video pembahasan dari soal yang telah diberikan…Jiayouu!!!!!

jika memahami berati mengerti maka setiap siswa didik mampu menyelsaikan soal soal dibawah ini, karena itu membuktikan bahwa keberhasilan siswa dalam memahami sebuah soal atau permasalahan
Contoh Soal
1. Hitunglah Luas Permukaan kubus jika diketahui Panjang sisi adalah 10
2. Berapa jumlah titik sudut yang ada pada kubus ?
3. Berapa jumlah sisi dari 3 buah kubus ?
Pembahasan
1. Sesuai rumus luas permukaan kubus adalah
Luas Kubus = 6 x s²
maka jika diketahui s = 10m²
Luas Kubus = 6 x 10²
= 6 x (10 x 10)
= 6 x 100m²
= 600m²
2. Berdasarkan soal tersebut, maka kita dapat menghitung jumlah titik yang ada pada gambar dibawah ini

Dari gambar tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa titik sudut pada kubus ada 8 titik yakni
1. Titik A
2. Titik B
3. Titik C
4. Titik D
5. Titik E
6. Titik F
7. Titik G
8. Titik H
3. Jumlah sisi kubus dari 3 buah kubus

jika satu kubus memiliki 6 sisi, maka jika terdapat 3 buah kubus dapat dilakukan perhitungan:
Jumlah = 3 x 6 sisi
jumlah = 18 sisi
time to quis !!!!!!

itulah beberapa soal yang kita tawarkan kepada sobat rafflesia, tenang aja kita akan selalu update kok, so….. pantengin terus yaa see you next time
Kubus adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi oleh enam bidang sisi yang kongruen berbentuk bujur sangkar. Kubus memiliki 6 sisi, 12 rusuk dan 8 titik sudut. Kubus juga disebut bidang enam beraturan, selain itu juga merupakan bentuk khusus dalam prisma segiempat.

1. Sisi Kubus

Sisi sebuah kubus adalah bidang batas suatu kubus. Kubus mempunyai enam sisi. Keenam sisinya sebangun dan sama besar. Pada Gambar diatas , keenam sisi kubus tersebut adalah
2. Rusuk Kubus

Rusuk suatu kubus adalah garis pertemuan dua sisi kubus. Sebuah kubus memiliki 12 rusuk. Pada Gambar diatas, rusuk-rusuk tersebut adalah AB, BC, CD, AD, EF, FG, GH, EH, AE, BF, CG, dan DF. Setiap rusuk pada kubus memiliki panjang yang sama.
3. Titik Sudut Kubus

Titik sudut suatu kubus diartikan sebagai titik pertemuan antara tiga rusuk atau tiga sisi di dalam kubus. Kubus mempunyai 8 titik sudut. Titik-titik sudut kubus adalah A, B, C, D, E, F, G, dan H.
Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan merupakan agenda pembangunan global. Sebagai negara yang berperan aktif dalam penyusunan SDGs, Indonesia berkomitmen mencapai Target dan Tujuan SDGs. Hal ini telah disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Sidang Umum PBB September 2015. Salah satu dari 17 Tujuan SDGs adalah Tujuan 8, yaitu pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan lapangan kerja yang layak. Secara substantif, pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak ini hendak mencapai sebuah kondisi ideal yaitu seluruh warga negara, tanpa kecuali, akan memiliki kesempatan bekerja dan berpenghasilan, dengan kondisi kerja yang layak, dalam sebuah ekonomi yang berdaya saing dan tumbuh secara berkesinambungan. Bagi Indonesia, pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak ini selaras dengan program Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo sesuai dengan kerangka otonomi daerah, yang memberikan mandat kepada pemerintah daerah untuk merancang dan mengelola pembangunan daerah. Dalam konteks otonomi daerah, pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi dalam SDGs dan target-targetnya sangat relevan dengan tugas utama pemerintah daerah, yaitu membangun perekonomian, menyediakan peluang berusaha, dan menciptakan kesempatan kerja.

Mahasiswa merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari negara ini karena peran pentingnya yang begitu besar terhadap majunya sebuah peradaban yang sedang dibangun oleh bangsa indonesia. Peradaban yang mempunyai cita cita luhur dan mulia, yaitu menuju Indonesia yang makmur dan sejahtera. Mahasiswa memiliki peran yang kompleks dan menyeluruh sehingga dikelompokkan dalam tiga fungsi yaitu, agent of change, social control and iron stock. Oleh karena itu penulis mencoba menjalankan ketiga peranan fungsi mahasiswa tersebut dengan membuat sebuah komunitas yang bergerak di bidang kepemimpinan, akademik serta pemberdayaan masyarakat yang diberi nama “LASKAR RAFFLESIA”.
Tujuan dari dibentuknya komunitas ini yaitu untuk membentuk karakter kepemimpinan dalam sebuah organisasi, lalu menciptakakan generasi muda yang kreatif dan inovatif serta memiliki rasa empati terhadap kondisi masyarakat disekitar. Adapun kegiatan yang ada dalam komunitas ini salah satunya yaitu dengan diadakannya pelatihan karya tulis ilmiah. Terbukti bahwa komunitas Laskar Rafflesia saat ini telah melahirkan generasi baru yang unggul dan berkualitas seperti jargon sang laskar “Salam Pemuda Berkualitas”. Tujuan dari diadakannya pelatihan karya tulis ini yaitu untuk membantu mahasiswa yang tergabung di dalam komunitas Laskar Rafflesia untuk dapat menuangkan ide dan gagasan kreatif mereka menjadi sebuah karya yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan terkhususnya bagi masyarakat. Karena dengan karyalah mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang mereka dapat di kehidupan nyata.Salah satu karya yang telah dibuat oleh komunitas Laskar Rafflesia yaitu dengan memanfaatkan limbah biji pare sebagai bahan campuran pembuatan kopi anti HIV/AIDS. Tentu, hal ini sangat berdampak baik bagi kesehatan masyarakat terkhususnya yang ada di provinsi Bengkulu. HIV merupakan singkatan dari “Human Immunodeficiency Virus” yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh, yaitu pertahanan tubuh terhadap penyakit.

Biji pare yang merupakan limbah sampah rumah tangga yang belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Bengkulu sehingga sudah selayaknya apabila pemuda bekerja sama dalam produksi limbah rumah tangga. Menanggapi permasalahan ini, solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan membuat kopi dengan ekstrak biji pare yang penulis beri nama KOMOCHA (Kopi Momordica Charantia) sebagai salah satu olahan minuman pencegah virus HIV/AIDS dengan tujuan agar dapat meminimalisir penderita HIV/AIDS serta dapat meningkatkan ketahanan pangan lokal di Provinsi Bengkulu.
Biji pare merupakan antioksidan yang cukup kuat untuk dapat menghambat pembentukan sel kanker, pencegahan penuaan dini karena mengandung saponin, alkanoid, triterprenoid dan asam momordial. Zat lain yang terkandung pada biji pare berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Prof. LeeHuang dari universitas New York yaitu terdapat senyawa anti virus HIV/AIDS. Zat itu dinamakan alpha-momorchorin, beta-momorchorin dan MAP 30 (Momordica Antiviral Protein 30) yang banyak terkandung pada biji pare tua. Cara kerja biji pare dalam produk komocha pada tubuh yaitu membantu menjaga sel darah putih yang berupa sel CD4 untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan sel CD8 untuk meningkatkan rasio imunitas sel.
Dalam upaya pengembangan produk yang berkompeten dan berdaya guna melalui divisi riset dan pengembangan, Laskar Rafflesia kembali melakukan trobosan yakni penambahan varian rasa durian. Produk ini ditambah dengan rasa durian dikarenakan durian memiliki rasa yang lebih nikmat jika dipadukan dengan rasa kopi, sehingga masyarakat bisa lebih puas dan tidak merasa bosan dengan rasa kopi yang notabenenya menghasilkan rasa pahit. Hal ini telah dibuktikan dengan melakukan observasi di daerah pedesaan dan sebagai contoh, penulis melakukan survei langsung pada Kabupaten Lebong yang terletak Provinsi Bengkulu dimana hasil survei tersebut menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang mencampurkan durian dengan kopi saat musim panen durian yang secara medis hal tersebut dapat berdampak baik bagi tubuh yakni menambah stamina serta mencegah penyakit parkinson. Komunitas Lakar Rafflesia mebuat produk ini yakni bertujuan agar menambah macam jenis rasa kopi yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan menambah kepuasaan bagi konsumen. Produk ini sangat cocok untuk diminum disaat santai, sebagai penambah energi, dan sekaligus menjaga kesehatan, sehingga sangat cocok untuk para pekerja, orangtua, dan pemuda yang sedang banyak melakukan aktivitas serta konsumen atau pecinta kopi yang hanya sekedar ingin menikmati kopi.